Tag Archives for kick andy

Vincent Liong (Indigo Guys) vs Andy F Noya (Kick Andy)

Pada bulan Juli tahun 2004 Vincent Liong pernah mengalami sengketa dengan pihak Metro TV mengenai cara interview dan penayangan program bertema Indigo yang dibahas dalam beberapa email:
* Subject: (Help me please) Shit Happen! In my Interview Today
At:
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/2926

* Subject: Metro TV Menghargai Objek Wawancara Psikologis sebagai Individu Pesakitan.
At:
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/2938

Pada hari Selasa, 13 Februari 2007 Vincent Liong dishooting oleh Metro TV untuk membahas tentang latar belakang Vincent Liong sebagai anak Indigo dan membahas Kompatiologi. Vincent Liong sudah mewanti-wanti pihak Kick Andy untuk tidak ngawur dalam menyudutkan pihak yang dijadikan korban dalam acara karena saya dan Metro TV pernah konflik secara tertulis soal kasus seperti ini.

Shooting berlangsung dengan pembagian waktu sbb:
Scene 1: Ario Handyojati anak Indigo dengan Orangtua.
Scene 2: Latar belakang Pribadi & sudutpandang Vincent Liong.
Scene 3: SOP Project Kompatiologi.
Scene 4: Sudut pandang Psikiater Dr. Tb Erwin Kusuma.
Scene 5: Sudut pandang Paranormal Mama Laurent.

Masing-masing scene berdurasi 9 menit. Durasi shooting 45 menit + iklan 15 menit (yang diletakkan antara scene yang satu ke scene selanjutnya) . Durasi tayang 60 menit.

Ketika penayangan, bagian tanya jawab antara Andy dengan Vincent Liong dipotong (jawaban saya) secara kasar lebih dari setengahnya, Andy juga tampak tidak menguasai acara, sehingga tidak ada yang bisa terjelaskan soal kompatiologi (yang tujuan saya untuk membuka realitas bahwa Indigo itu bisa diproduksi / dimanipulasi dengan mudah), yang dimunculkan kesan
anehnya saja, karena hanya menjadi hanya kurang dari 9 menit. Untungnya Vincent Liong masih dapat menyelipkan sebagian kecil diantara point-point sbb misalnya:

“Kalau kita berbicara seorang nabi maka kita berbicara tentang sesuatu yang sifatnya past tense (masa lampau) tentang seseorang yang telah melakukan sesuatu yang kongkrit bagi masyarakat, itu pun masih disebut sebagai bidang non logika alias metafisika dan agama.
Dalam pembahasan Indigo ini kita melihat orang-orang dengan gelar, jabatan, berijasahkan sebagai kaum berpendidikan yang dianggap logis tetapi berbicara tentang masa depan seorang anak kecil yang biasanya berumur kurang dari sepuluh tahun (Dalam acara Kick Andy menggunakan anak SMP yaitu si Jati) bahwa di masa depan (beberapa puluh tahun ke depan) yang sifatnya future tense akan menjadi penuntun jaman tanpa ada hal kongkrit tentang tindakan si anak terhadap masyarakat yang bersifat past tense. Para ahli bergelar, jabatan
dan berijasah (Psikiater & Psikologi) ini tidak memperhitungkan bagaimana keluguan masyarakat
Indonesia ini yang langsung mengurutkan begitu saja bahwa sesuatu yang bergelar, ijasah, dlsb berarti logis (dapat dilogikakan) sehingga efek samping ke anak Indigo adalah setelah dipropagandakan sebagai anak indigo memang senang sesaat, tetapi setelah sadar maka akan memaksa si anak kabur menyepi dari semua orang (orangtua, teman, masyarakat) biasanya mulai 3 bulan sampai setengah tahun setelah shooting, karena tidak ada plihan bebas lagi sebagai anak kecil, tidak ada lagi pilihan mau jadi apa di masa depan kecuali menjadi penyelamat yang harus menolong orang lain dengan mengabaikan faktor pribadi diri sendiri atau dianggap messias gagal, atau indigo banci/cacat.

Dimanakah tanggungjawab ilmiah kaum bergelar dan berijasah tsb terhadap kepercayaan masyarakat?”

Saya buka rahasia soal si Jati, yang dijadikan tontonan oleh pihak Metro TV yaitu si Jati adalah
hasil manipulasi dari Psikiatri Dr. Erwin. Kemampuan menulis sesuatu yang dianggap mirip tulisan Cina tetapi tidak dapat diartikan adalah hasil ajaran Dr.Erwin yang namanya Hipnografi. Caranya adalah dengan memegang pensil dan berusaha menurunkan kesadaran hingga tangan jadi bergerak sendiri tidak beraturan.

Business Labeling Ketidaknormalan Anak memang Menguntungkan karena memanipulasinya tidak sulit. Tetapi dimanakah hati nurani anda?! Bagaimanakah nasib anak-anak korban dari business anda selanjutnya? Ini saya tanyakan kepada Andy F Noya dan Metro TV…

bagi yang mau menonton ulang, silahkan ditonton program Kick Andy di Metro TV tanggal 11 Maret 2007 jam 15.05. Silahkan lihat bagian mana yg dipotong secara kasar. (Vincent Liong)

Saya menonton tayangan ulangnya, dan memang terkesan banyak adegan yang jelas dipotong. entah apakah ini memang karena keterbatasan waktu… tetapi point yang Anda sampaikan bagus, Vincent. bahwa ketika seorang anak sudah ‘dikondisikan’ untuk menjadi ’sesuatu’, seringkali kita tidak memikirkan beban berat yang harus diemban oleh anak yang bersangkutan…

Apakah Indigo Sebuah Kelainan Jiwa

Apa sih indigo itu? Indigo adalah fenomena baru kehidupan manusia yang memiliki ketajaman indra keenam. Mereka menjadi perhatian serius karena jumlah mereka semakin hari semakin banyak.

Anak-anak indigo memang sering dianggap aneh. Mereka suka berbicara sendiri, dapat melihat masa lalu dan masa depan serta cenderung lebih matang dari usianya. Kecerdasan anak-anak indigo juga di atas rata-rata dan mereka mampu melakukan hal-hal yang bahkan belum pernah mereka pelajari sebelumnya. Karena sering bicara sendiri, banyak orangtua anak indigo menyangka anak mereka menyandang autisme atau hiperaktif.

”Tapi para orangtua tidak perlu takut. Dengan bimbingan yang tepat, anak indigo bisa hidup normal di masyarakat. Mereka muncul serentak menjelang tahun 2000,” ungkap dr Tb Erwin Kusuma, psikiater yang aktif meneliti anak-anak dengan kemampuan khusus ini dalam program Kick Andy di Metro TV.

Annisa Rania Putri misalnya. Bocah berusia lima tahun ini memiliki kemampuan lebih dari anak seusianya. Meski Annisa terlahir dan dibesarkan di Indonesia, dia mampu berbicara bahasa Inggris dengan dialek Amerika Serikat sejak mulai berbicara. Padahal, orangtuanya tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris cukup baik.

Selain kemampuannya berbahasa asing, dia mampu mengingat hal yang mustahil diingat manusia, seperti bagaimana dirinya dilahirkan. Annisa menganggap kemampuannya sebagai keajaiban dari Tuhan.

Ario Handyojati lain lagi. Anak indigo berusia 12 tahun ini mengaku sebelum lahir kembali, dia dulu adalah prajurit perang RRC. Karena itu, walau tidak pernah diajari, Jati mampu menulis aksara RRC kuno. Bahkan ketika neneknya akan meninggal, Jati sudah lebih dulu tahu.

Lain cerita tentang Vincent Liong. Mahasiswa fakultas psikologi sebuah universitas swasta ini sejak duduk di bangku kelas dua sekolah menengah umum, telah dikarunia kecerdasan filosofis yang tinggi. Vincent juga menulis artikel psikologi dan spiritual dalam sudut pandang tak biasa sejak sekolah dasar. Bukunya ini diluncurkan oleh penerbit terkemuka dan dikagumi banyak kalangan. Bahkan, tulisannya pernah dimuat di halaman pembuka buku dari sastrawan terkemuka Indonesia, Pramudya Ananta Toer. Dua karangan filosofis lainnya juga siap beredar. Namun ia tidak suka disebut anak indigo. “Kebetulan saja saya punya ciri-ciri indigo,” ujar Vincent yang tampil di Kick Andy.

Kini ia tengah serius menguraikan rumus yang diberi nama Dekon Kompatologi. Sebuah rumus yang mengurai elemen-elemen di dalam tubuh manusia untuk kemudian didekonstruksi. Gunanya? Antara lain untuk menyembuhkan penyakit dan membuat kualitas hidup lebih baik.

Sejarah Indigo
Banyak istilah yang dipakai untuk menyebut fenomena anak indigo. Di Rusia, para ilmuwan menyebutnya sebagai spesies manusia baru. Dalam majalah Journal Trust Rusia pada 8 Desember 2005 lalu melaporkan, beberapa ilmuwan Rusia meyakini bahwa di atas bumi saat ini telah muncul suatu spesies “manusia baru” yang disebutnya sebagai “Bocah Biru”.

Menengok catatan dari sejumlah literatur, istilah “indigo” berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi biru dan ungu, diidentifikasi melalui cakra tubuh yang memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu. Istilah “anak indigo” atau indigo child juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.

Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr McGreggor di San Diego University.

Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980. Warna itu bisa dilihat dengan foto kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti video aura. Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna, yang terletak di dahi, di antara dua mata.

Ciri Anak Indigo
Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Alhasil, anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indra keenam yang sangat tajam.
Virtue (dalam Carrol dan Tober, 1999) menyatakan bahwa anak indigo memiliki kecerdasan yang tinggi, namun dengan kreativitas yang terhambat. Berikut ciri-ciri anak berbakat yang indigo:

* lMemiliki sensitivitas tinggi
* Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebih-lebihan
* Mudah sekali bosan
* Menentang otoritas bila tidak ber-orientasi demokratis
* Memiliki gaya belajar tertentu
* Mudah frustrasi karena banyak ide, namun kurang sumber yang dapat membimbingnya
* Suka bereksplorasi
* Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya
* Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain
* Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.

Menangani Anak-anak Indigo
Orangtua anak indigo mau tidak mau sering bentrok dengan anak. Hal ini karena anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak, di samping keterbatasan kemampuan dan pemahaman orangtua tentang anaknya. Ketidakmengertian orangtua membuat toleransi orangtua menjadi rendah dan ini malah memperburuk hubungan anak dengan orangtua.

Tips mengasuh anak berciri indigo:
1. Hargai keunikan anak.
2. Hindari kritikan negatif.
3. Jangan pernah mengecilkan anak.
4. Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan.
5. Bantu anak untuk berdisiplin.
6. Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun.
7. Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.
8. Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggapnya mengada-ada.
9. Jadikan diri sebagai mitra dalam membesarkan mereka.

Apa yang harus dilakukan guru?
1. Jadilah pendengar yang baik.
2. Gunakan pernyataan positif.
3. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak.
4. Saling berbagi perasaan guru dan anak.
5. Ciptakan suasa kekeluargaan dalam kelas dengan aturan kelas yang dibuat bersama.
6. Menetapkan konsekuensi berdasarkan penyebab masalah.

Intinya, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa, meski ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Menurut Tubagus, ketidakpahaman menangani anak indigo akan berdampak penderitaan sang anak. Pernyataan Tubagus diamini Rosini, indigo dewasa sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran,” kata Rosini. Menurut dia, tugas kitalah sebagai orang dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dengan spiritualnya seimbang.